361754_groundbreaking-kereta-cepat_663_382

Lintas-surabaya.com – Pemerintah terus gencar melakukan pembangunan infrastruktur transportasi kereta api. Di antaranya, mulai dari kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dimulai pengerjaannya dan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, yang masih dalam tahap tender.

Meskipun dengan jarak yang lebih jauh, kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya, hanya memiliki kecepatan di kisaran 160 kilometer per jam hingga 200 km per jam. Sementara, kereta cepat Jakarta-Bandung, dengan kecepatan yang mencapai 300 km per jam.

Lantas, apa yang menjadi alasan kecepatan Jakarta-Surabaya lebih lambat ketimbang Jakarta-Bandung?

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alasannya bahwa pembangunan Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya akan menggunakan rel lama, sedangkan untuk Jakarta-Bandung, full dengan pemasangan rel barunya.

“Kereta semi cepat (Jakarta-Surabaya) itu kan, intinya memakai rel yang ada dengan menghilangkan semua perlintasan sebidang. Sedangkan kalau kereta cepat yang bisa sampai 300 km/jam ke atas, harus butuh jalur baru,” kata Bambang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat 30 Desember 2016.

Menurut dia, untuk tender proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya masih membuka kemungkinan tender dengan teknologi yang lebih canggih. Belum tentu, Jepang yang akan menggarap proyek tersebut meskipun saat ini telah dilakukan penjajakan.

“Sehingga, intinya kita ingin melihat semua kemungkinan, membandingkan antara teknologi dan pembiayaan. Kita ingin dapat teknologi yang paling mutakhir, dengan biaya yang paling efisien,” tuturnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan bahwa proses tender memang belum menetapkan siapa pemenang yang akan menggarap proyek tersebut.

“Ya, pemerintah masih mencoba mempelajari yang paling pas, yang paling menarik dengan berbagai pertimbangan itu kereta seperti apa, pembiayaannya bagaimana,” katanya.