pakuwon

Surabaya – Polisi batal melakukan otopsi terhadap jenazah Martinus Sikaman (31).

Baca : Pria Tiba-tiba Meninggal Setelah Muntah Darah di Pakuwon City

Warga asal Wisma Permai Surabaya itu tewas secara mendadak di parkiran cafe Fruit Glato Cafe San Diego Pakuwon, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (31/12/2016).

Alasan polisi mengurungkan otopsi, lantaran keluarga korban tidak berkenan adanya otopsi.

Keluarga menggangap, korban meninggal dunia bukan lantaran keracunan atau ada tindak kekerasan.

Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo AKP Sigit Susanto menuturkan, pihaknya tidak bisa melakukan otopsi jenazah korban karena atas permintaan keluarga.

Ia memahami dan tidak memaksakan diri melakukan otopsi..

“Memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, kami hanya melakukan visum saja,” kata Sigit Susanto, Minggu (1/1/2017).

Menurut Sigit, penyebab kematian korban disinyalir karena sakit yang dideritanya. Karena, sebelum meninggal dunia, korban muntah darah.

“Hasil analisa dokter disebutkan kalau darah segar yang keluar, itu biasanya berasal dari sakit paru-paru. Bukan karena keracunan,” jelas Sigit.

Selain analisa dokter, kata Sigit, pihak keluarga juga menerangkan, sebelumnya korban menjalani pengobatan doter dan mengeluh sakit.

“Pihak keluarga sudah mengambil jenazah korban di RSUD Dr Soetomo untuk dimakamkan,” terang Sigit.

Seperti diketahui, pengunjung dan warga di perumahan Pakuwon dikejutkan dengan meninggalnya Martinus, Sabtu (31/12/2016).

Korban meninggal dunia secara mendadak di parkiran cafe Fruit Glato Cafe San Diego Pakuwon Mulyorejo.