3-cabe

Surabaya – Mencekiknya harga cabe rawit di pasaran yang tembus Rp 115.000 per kilogram disikapi serius oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Sabtu (7/1/2017) besok, KPPU akan turun ke lapangan untuk menggelar sidak ke sejumlah pasar tradisional.

Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Surabaya Aru Armando mengatakan, pemantauan dilakukan guna memastikan apa yang memicu naiknya harga sejumlah komoditas di pasaran, khususnya harga cabe rawit yang dinilai tidak wajar dan saat ini mencapai antara Rp 90.000 hingga 115.000 per kilogram.

“Makanya, tim KPPU besok disebar secara serentak untuk melakukan pemantauan harga cabe di berbagai pasar di Indonesia,” ujarnya, kepada Surya, Jumat (6/1/2017) petang.

Di Surabaya, sidak akan digelar di pasar Wonokromo. Setelah sidak pasar, tim KPPU selanjutnya akan turun ke daerah penghasil cabe di Jatim untuk memastikan ada tidaknya pasokan. Lalu kendala lain, seperti cuaca dan hama.

Jika pasokan lancar dan tidak ada kendala apapun, berarti ada yang tidak wajar dengan meroketnya harga cabe saat ini.

“Bisa jadi karena adanya praktek monopoli. Makanya, akan kita dalam di lapangan untuk memastikannya,” tegas Aru.

Sementara itu, berdasar hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Jatim di 116 pasar yang ada di 38 kabupaten/kota, melalui sistem informasi ketersediaan harga bahan pokok (Siskaperbapo).

Pada hari Jumat (6/1/2017), harga cabe rawit di Jatim rata-rata Rp 87.658 per kilogram.

Di Surabaya harganya tercatat Rp 94.000 per kilogram, Malang juga Rp 94.000, Pasuruan Rp 92.000, dan Kediri 89.333, dan Pacitan Rp 88.000 per kilogram.

Tapi di Ngawi harga cabe rawit mencapai Rp 96.666, Jember Rp 99.000, Bojonegoro Rp 100.000, bahkan di Sumenep sudah tembus Rp 115.000 per kilogram.

Kata Aru, data Siskaperbapo tersebut menunjukkan, bahwa harga cabe rawit antara daerah satu dengan daerah lain di Jatim berbeda alias tidak sama.

“Tapi, kalau harganya sudah diatas Rp 100 ribu, pasti ada yang tidak wajar. Makanya KPPU turun,” pungkasnya.