kecelakaan-beruntun-di-purwodadi-pasuruan-696x392

Pasuruan – M Farikhul Anam (35) sopir Dump Truk tragis B 9870 YM, yang celaka di Jalan Raya Purwodadi depan SMP Advent, Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 14.30 hanya terdiam saat diamankan di Mapolres Pasuruan.

Warga Jombang ini hanya bisa pasrah saat petugas membawanya ke kantor Polisi terkait kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Saat dihubungi, Anam hanya pasrah terhadap apa yang akan terjadi ke depannya. Ia tidak membayangkan akan mengalami peristiwa kecelakaan tersebut.

Baca : Mengerikan, Beginilah Kronologi Kecelakaan Maut di Purwodadi Pasuruan

“Saya tadi berangkat dari Kepanjen, dan mau ke Tuban. Saya mau kirim limbah batu bara,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebelum kejadian, ia tidak merasakan hal yang ganjal. Bahkan, ia tidak merasakan ada kerusakan atau gangguan pada remnya.

“Saya tidak tahu kalau remnya blong. Saya baru merasakan saat sampai di Bakpao Telo itu. Saya mau berhenti tapi remnya kok tidak berfungsi alias blong,” paparnya.

Menurut Anam, ia sangat panik saat kejadian itu. Ia bingung mau berbuat apa. Rem tidak berfungsi, sedangkan kecepatan dump truknya semakin cepat karena jalanan itu memang turun.

“Saya hanya berdoa saja. Semoga tidak terjadi apa – apa. Saya berusaha memberikan tanda kalau remnya blong. Tapi semuanya sudah telanjur dan menabrak motor serta mobil,” paparnya.

Setelah beberapa menabrak mobil dan motor, Anam mengaku memilih membanting setir ke kiri atau ke arah sungai.

Ia beralasan bahwa hanya itu satu – satunya jalan yang bisa diambilnya.

“Daripada semakin banyak lagi korban , lebih baik truk saya belokkan masuk ke dalam sungai,” pungkasnya.