berita-tiongkok-shanghaiist_20170116_120241

Lintas-surabaya.com – Sebuah perusahaan internet terbesar di Tiongkok, Tencent menjadi bulan-bulanan publik setelah sebuah video aktivitas perusahaan bocor di media online.

Video ini menunjukkan dua orang pekerja wanita tampak berlutut di depan teman laki-lakinya di atas panggung dalam sebuah pertandingan cabul dengan membuat gerakan laiknya oral seks.

Dalam video berdurasi 7 menit itu, dua karyawan wanita ini tampak menggunakan gigi mereka membuka botol mineral yang dijepit di kaki pekerja laki-laki.

Rekaman ini diambil di sebuah pesta yang diadakan sebuah departemen perusahaan itu menyambut tahun baru Imlek.

Video ini menunjukkan masih ada semacam perpeloncoan di perusaaan yang selama ini mengandalkan pada teknologi.

Video ini memantik kemarahan publik Tiongkok dan memicu diskusi tentang tantangan yang dihadapi para profesional muda perempuan ketika mencoba untuk menyesuaikan diri di kantor.

“Bagaimana bisa sebuah perusahaan memperlakukan pekerja dengan cara ini? Apakah mereka tidak memiliki rasa kesusilaan?” tanya salah satu pengguna Weibo, media sosial Tiongkok.

“Mengapa wanita-wanita membiarkan dirinya dipermalukan dengan cara ini? Apa yang akan ayah mereka katakan?” tanya netizen lain.

“Jika mereka tidak melakukan hal ini, maka mereka akan keluar dari pekerjaan. Kita harus mengubah budaya memalukan chauvinistis laki-laki!” merespons pengguna web lain.

Pada hari Kamis, Tencent merilis sebuah pernyataan meminta maaf atas apa yang telah terjadi di pesta tahunan tersebut.

Mereka berjanji hal itu tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Perusahaan memastikan para pekerja yang bertanggung jawab di acara itu telah dihukum.

Ini bukan pertama kalinya bahwa salah satu perusahaan top China telah mengejutkan publik dengan sikap kontroversial ke arah seksisme.

Pada 2015, Alibaba dipaksa untuk menarik iklan lowongan kerja untuk kandidat perempuan yang menunjukkan bintang porno Sora Aoi yang akan bertugas “memotivasi” sesama rekan kerjanya.

Pada tahun yang sama, Baidu merayakan Hari Perempuan Internasional dengan serangkaian doodle bersemangat mengabadikan gambar stereotip perempuan.