bulan-terbelah-dalam-penjelasan-alquran-dan-sains-jetgskqdw3

Lintas-surabaya.com – Penelitian modern yang dilakukan badan antariksa Amerika Serikat atau NASA menemukan bahwa bulan bukanlah objek mati. Peneliti NASA menggunakan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk meneliti satelit Bumi tersebut.

Tom Watters dari Smithsonian National Air and Space Museum mengatakan, ada patahan pada bulan yang dinamakan Lobate Scarp. Diyakini bahwa patahan ini terjadi akibat material kerak Bulan yang saling mendorong sehingga terjadi retakan.

“Jadi, itu mengindikasikan bahwa sesuatu menyebabkan Bulan untuk mengalami pengerutan atau penyusutan,” kata Tom. Peneliti percaya bahwa Bulan memiliki sejarah geologis.

Kemudian, peneliti mencoba untuk mengetahui kapan terjadinya patahan tersebut. Tom memperkirakan patahan itu mungkin terjadi dalam waktu kurang dari miliaran tahun lalu, bahkan mungkin kurang dari ratusan juta tahun lalu.

Munculnya fenomena patahan atau tanda yang terlihat Bulan pernah terbelah itu disebutkan dalam salah satu ayat Alquran sekira 1.400 tahun Lalu. “Saat (hari Kiamat) semain dekat, bulan pun terbelah,” bunyi Surah Al-Qamar Ayat 1.

Terbelahnya Bulan merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai bukti kenabian di hadapan orang-orang musyrik. “Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya,” Surah Al-Qamar Ayat 2-3.