mucikari-online_20170122_082051

Lintas-surabaya.com – Praktik prostitusi online di Apartemen Center Point, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dibongkar polisi pada Senin (15/1/2017) pukul 22.00.

Tiga perempuan saat itu diamankan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diperiksa.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriadi mengatakan, ketiga wanita yang diamankan itu berinisial BQ (22), AC (16) dan IK (20).

Setelah diperiksa, polisi menetapkan BQ sebagai tersangka karena berperan sebagai mucikari.
Sementara yang berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK) adalah AC, perempuan yang masih di bawah umur.

“Satu perempuan lagi yang sempat diamankan, kita jadikan sebagai saksi karena tidak terlibat dalam kasus tersebut,” ujar Dedy di kantornya pada Jumat (20/1).

Dedy mengatakan, kasus ini terungkap saat petugas memperoleh informasi adanya prostitusi online di wilayah setempat.

Polisi kemudian mendalami akun twitter tersangka yaitu @reginarentalbo.

“Petugas kemudian menyamar sebagai calon pelanggan untuk menggunakan jasa PSK,” katanya.

Setelah berbuat janji, petugas yang menyamar kemudian bergegas ke sebuah kamar di lantai 10 apartemen setempat.

Di sana, petugas langsung mengamankan ketiga perempuan tersebut.

Saat digeledah, polisi menyita barang bukti berupa 4 kondom baru, 2 kondom bekas pakai, 9 ponsel, pakaian dalam wanita, uang Rp 1.250.000, 3 dompet, dan akte kelahiran.

“PSK yang di bawah umur merupakan korban, dan sudah dikembalikan ke orangtuanya,” tambah Kanit Krimsus Polrestro Bekasi Kota, AKP Wahid Key.

Hingga saat ini, kata Wahid, penyidik masih memburu dua tersangka lagi. Dua orang itu diduga kuat juga berperan sebagai mucikari.

Terhadap satu tersangka BQ, penyidik menjeratnya dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan
Orang dan atau Pasal 88 Juncto Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.