gatot-3_20160519_135315

Jakarta – Semua anggota TNI yang terbukti melanggar hukum, pasti akan ditindak.

Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan kebijakan tersebut juga berlaku untuk tujuh oknum anggota Den Zipur 2/PS Kodam Bukit Barisan, yang diduga memperkosa pelayan kafe di Sumatera Barat.

“Setiap ada kasus pasti ada penyelidikan dulu, kalau benar lalu ada penyidikan, lalu diproses hukum, jadi dipantau saja bagaimana keputusan hukumnya,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan 1136 komandan satuan di TNI yang digelar di Markas Komando, Divif 1 Kostrad TNI AD, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2017).

Ia menegaskan bahwa TNI akan selalu berpedoman terhadap hukum yang berlaku.

Mengenai sanksi terhadap tujuh oknum TNI pemerkosa gadis pelayan kafe di Sumatera Barat itu, Panglima TNI mengaku belum bisa berandai-andai.

“Kami berpedoman hukum yang ada,” katanya.

Menurut informasi yang diterima Lintasmedia, kejadian tersebut berlangsung pada 20 Januari lalu, di kafe bernama “Cinta Fitri” di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Kejadian tersebut berawal saat tujuh oknum TNI itu mendatangi kafe tersebut, dan bertemu sang pelayan kafe.

Perempuan berinisial RI itu kemudian dipaksa masuk ke ruang karaoke yang sudah disewa ke tujuh oknum, lalu dipaksa untuk menenggak minuman keras.

RI kemudian tidak sadarkan diri, dan setelah sadar, didapati kemaluannya sobek dan tubuhnya penuh lebam.