image

Klaten – Tekanan ekonomi menuntut masyarakat Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten untuk kreatif mencari sumber pendapatan. Sadar akan potensi daerah yang ada, maka usaha pembudidayaan ikan menjadi alternatif mata pencaharian setelah Sumber Daya Alam dimanfaatkan perusahaan besar air mineral.

Kawasan yang memiliki sumber mata air yang jernih ini telah resmi dicanangkan Pemerintah pada tahun 2009 lalu, sebagai Kawasan Wisata Desa Nila di Kabupaten Klaten. Dalam hal ini, pemberdayaan ikan nila di daerah ini dipastikan tidak akan pernah surut dan terus akan dkembangkan.

Ada beberapa pengelolaan agar tetap berkembang secara berkelanjutan seperti pengelolaan ikan nila pada sentra pembenihan, pembesaran, pengolahan dan pemasaran. Hal ini ditunjukkan dengan semangat gotong royong warga untuk budidaya ikan nila di kolam yang dibangun dari satu kolam ke kolam lainnya.

Tidak cukup berhenti disini saja dalam menggali bisnis ikan nila, meski banyak yang berpendapat bahwa dalam bisnis ikan nila cukup mencari keuntungan pada pembenihan, pembesaran dan pemasaran saja. Akan tetapi apa yang dilakukan ibu-ibu PKK Desa Ponggok ini perlu dicontoh dalam pengolahan ikan nila yang banyak mengandung protein yang cukup tinggi.

Jangan kaget apa yang ada didalam ikan nila ini dapat dimakan, kecuali kotoran yang ada didalam ikan tersebut. Ketika ikan nila ada ditangan ibu-ibu PKK Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, ini dapat diubah sebagai makanan yang layak dimakan, termasuk duri-duri yang ada di ikan nila sekalipun.

Yuk ikuti penelusuran Lintasmediaonline.com dalam menggali keuntungan dalam bisnis ikan nila di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, dalam pengolahan ikan nila yang layak menjadi makanan sehari-hari.

Ketika dijumpai media ini, Listya Ningsih (42) warga Ponggok, Polanharjo, Klaten, mengatakan bahwa ikan nila apabila sudah berada ditangan ibu-ibu PKK Desa Ponggok, dengan sekejab dapat diolah sebagai makanan siap konsumsi yang banyak mengandung protein tinggi. Disamping itu, kebanyakan ikan nila yang diolah tersebut diambil dari para petani ikan nila yang sudah berkembang di Desa yang dikenal sebagai Desa Wisata Nila di Kabupaten Klaten.

” Iya, disini ibu-ibu banyak mengolah ikan nila untuk dijadikan makanan. Disini berkat bimbingan ibu ketua PKK, warga disini dapat mengolah ikan nila sendiri untuk dijadikan makanan, ada juga untuk makanan ringan lho mas “, terang, Ningsih, Minggu (29/1).

Terpisah, ketika media ini terus menggali kesuksesan Desa Ponggok sebagai Desa Wisata Nila dalam pengolahan ikan nila yang diolah menjadi berbagai bentuk makanan, seperti abon, stik, kripik, dan berbagai jenis makanan camilan lainnya.

Sementara itu, Ratna Irawati, selaku Ketua PKK Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, menyampaikan bahwa duri ikan nila dapat dijadikan makanan untuk konsumsi tubuh yang mengandung kalsium, yodium, protein dan lemak yang cukup tinggi dan dapat diserap didalam tubuh.

” Kami selalu memberikan penjelasan kepada ibu-ibu PKK di Desa Ponggok untuk selalu bermandiri. Dalam hal ini untuk mandiri, ibu-ibu PKK harus dapat memanfaatkan segala kesempatan apa yang dimiliki Desa Ponggok untuk dimanfaatkan. Kali ini ibu PKK sudah dapat memanfaatkan ikan nila yang dapat disajikan dalam bentuk berbagai jenis makanan “, terang, Ratna Irawati.

Duri ikan nila, sambung Ratna, dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan camilan lho. Kata dia, dalam menyulap duri ikan nila untuk jenis makanan camilan, duri tersebut harus dicuci yang bersih dahulu menggunakan air bersih. Setelah dicuci, duri ikan nila dipresto dapat menggunakan panci selama kurang lebih setengah jam, agar duri tersebut dapat lunak.

” Setelah duri ikan nila lunak, selanjutnya duri ikan nila dihaluskan melalui proses blender dengan mencampur bumbu-bumbu seperti jahe, kunir, jinten, ketumbar, bawang putih, garam, dan daun jeruk nipis “, beber, Ratna.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika duri ikan nila sudah menjadi bahan adonan, maka adonan dari duri nila tersebut dapat dibentuk sesuka hati. Setelah menjadi berbagai jenis makanan camilan dari bahan baku duri ikan nila, dapat dikonsumsi sendiri maupun dikemas dalam plastik dan dijual, lenjutnya. (Teg_).