pijaaat

Banjarbaru – NH terlihat menundukan kepalanya saat diperiksa penyidik Satpol PP Banjarbaru, Kamis 26 Januari 2017. Akibat ulahnya melayani pria dengan pijat plus-plus di Salon Wahyu tempatnya bekerja, dia terpaksa diamankan petugas Satpol PP.

Dia mengaku terpaksa bekerja sebagai tukang pijat plus-plus karena tak memiliki pilihan lain. “Saya harus mengongkosi orang tua dan membelikan susu anak, jadi saya harus kerja,” katanya seperti mengutip JPNN, Minggu (29/1/2017).

Dia juga mengaku harus menyisihkan uang sebesar Rp1,7 juta untuk membayar angsuran mobil. “Jadi dalam satu bulan saya bisa mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta,” tutur dia.

NH mengungkapkan, tarif pijat biasa Rp 150 ribu. Namun, jika tamu meminta layanan tambahan atau plus-plus, ada tambahan tarif Rp 350 ribu.

“Jadi kalau pijat plus-plus Rp 500 ribu,” ucap NH.

Dari jumlah itu, dia bisa mendapatkan Rp420 ribu. Sebab, Rp 80 ribu harus disetor kepada pemilik salon. “Kalau saya sudah ketangkap begini bagaimana caranya membayar angsuran mobil. Saya minta ada yang membantu meng-cover kreditnya,” kata NH.

NH merupakan karyawati freelance di salon itu. Dia mengaku bekerja di sana sejak 2013. “Dalam sebulan saya bisa menghasilkan uang sekitar Rp4 juta,” kata dia.