image-2017-01-26-at-19-13-40

Jakarta – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan mendatangi Polda Jatim untuk menolak kedatangan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab ke Surabaya, Kamis (26/1/2017).

Penolakan itu terkait rencana kedatangan pentolan FPI dalam acara gerakan shalat Subuh berjamaah dan Tabligh Akbar di Masjid Al Falah Surabaya, Sabtu (28/1/2017) mendatang.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan demi keutuhan dan kecintaan kami kepada NKRI dan demi kebhinekaan hidup berdampingan antar masyarakat,” kata Muhammad Zakky, Ketua Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan.

Aliansi yang beranggotakan sejumlah tokoh itu, dalam aksi di depan Mapolda Jatim juga menuntut pembubaran FPI.

Ormas itu dianggap intoleran berpaham radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Menurut Muhammad Zakky, keberagaman dan kedamaian masyarakat mulai terusik hingga menjurus ke perpecahan dan keutuhan NKRI.

“Untuk itu Rizieq jangan sampai hadir di Surabaya. Kami juga minta agar aparat kepolisian Polda Jatim bisa mencegah kedatangan Rizieq dan membubarkan FPI,” ungkap Zakky.

Apabila dimungkinkan Rizieq tetap datang ke Surabaya, maka Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan akan melawan.

“Kami tidak mau Jatim khususnya Surabaya yang kondusif terkontaminasi kerusuhan. Jika Habib Rizieq tetap datang, arek-arek Jatim akan mencegah dengan segala cara,” pungkasnya.

Ketika rombongan massa baru datang sekitar 10 menit, hujan deras mulai mengguyur Polda Jatim dan sekitarnya.

Walau diguyur hujan, ratusan massa tetap berdiri sembari meneriakkan yel-yel keutuhan NKRI sembari mengibarkan bendera merah putih.

Jalur frontage road yang dipenuhi rombongan Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan terpaksa dialihkan ke jalur utama Jalan A Yani.